IDENTIFIKASI RUANG PERSONAL DAN PRIVASI PADA RUANG KELAS SDN 10 JIMBARAN

IDENTIFIKASI RUANG PERSONAL DAN PRIVASI

PADA RUANG KELAS SDN 10 JIMBARAN

 

Oleh: Mawar Bay Duri [1]

 

 

Abstrak  

Ruang personal adalah suatu ruang yang dimaksudkan sebagai pembatas antara individu dan individu lain yang tidak diperkenankan melintasi atau memasuki areanya. privasi merupakan kemampuan masing-masing individu dan sekelompok individu dalam mengontrol komunikasinya dengan yang lain. SD No. 10 Jimbaran merupakan satuan Pendidikan jenjang SD di Jimbaran tepatnya berlokasi di jalan Bukit Hijau Simpangan, Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Sekolah ini digunakan untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar secara langsung. sekolah ini terdapat beberapa Ruang kelas yang dijadikan sarana untuk mengelompokkan siswa disana untuk memudahkan pengajar mengenal siswanya. Analisis ini dilakukan agar menerapkan ruang personal dan privasi yang baik supaya civitas dapat menggunakan fasilitas dengan nyaman dan aman dengan mengatur ulang penataan denah ruang kelas dengan menambahkan area privasi misalnya memberikan jarak antar meja dan kursi. Untuk area ruang personalnya misalnya mengatur penataan meja atau menambahkan meja bulat agar mudah melaksanakan aktivitas  berkelompok.

 

Kata kunci: ruang personal, privasi, ruang kelas, desain ruang

 

Pendahuluan

Ruang personal adalah suatu ruang yang dimaksudkan sebagai pembatas atau pemisah antara individu dengan individu lainnya yang tidak diperkenankan melintasi atau memasuki areanya. Ruang personal dapat berwujud domain yang kecil sejauh capaian manusia yang dimiliki masing masing tiap orang. Ruang personal juga merupakan suatu jarak atau jeda dalam berkomunikasi, dimana jarak tiap individu ini merupakan jarak dalam berkomunikasi juga. Pada personal space ini terdapat kategori interpersonal distance dalam 4 zona special, yaitu zona intim (0 - 18 inches), zona personal (1,5 – 4 feet), zona sosial (4 – 12 feet) dan zona publik (12 - 25 feet). Ruang privasi merupakan kemampuan masing-masing individu atau sekelompok orang dalam mengendalikan komunikasi mereka dengan yang lain, privasi mempunyai keahlian untuk mengendalikan terbuka atau tertutupnya garis komunikasi. Privasi juga diartikan sebagai usaha dalam peningkatan dalam memenuhi kebutuhan social setiap manusia. Jadi Bila ada suatu area namun tidak ada ruang personal dan privasi untuk setiap individu maka akan hal tersebut akan menimbulkan suatu perselisihan diantara individu dengan individu yang lainnya oleh karena itu penulis melakukan studi kasus terhadap ruang kelas SDN 10 Jimbaran untuk mengidentifikasi ruang personal dan privasinya.

Kajian Pustaka

a.     Ruang Personal

Ruang personal adalah suatu ruang yang dimaksudkan sebagai pembatas atau pemisah antara individu dengan individu lainnya yang tidak diperkenankan melintasi atau memasuki areanya. Ruang personal dapat berwujud domain yang kecil sejauh capaian manusia yang dimiliki masing masing tiap orang. Ruang personal juga merupakan suatu jarak atau jeda dalam berkomunikasi, dimana jarak tiap individu ini merupakan jarak dalam berkomunikasi juga. Jika seorang individu mengganggu ruang personal individu lain, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kekhawatiran, stress hingga pertikaian antar individu. Ruang personal juga berhubungan langsung dengan jarak atau jeda antar individu, walaupun ada tiga orientasi dari individu lain yakni berhadapan, saling membelakangi, dan searah. Ruang personal juga disebut batas tidak nyata yang melingkari diri seorang individu yang tidak boleh dilalui orang lain jadi dapat disimpulkan bahwa ruang personal sifatnya tidak mutlak atau dapat berubah namun dapat menyempit tergantung situasi individu tersebut. Oleh karena itu, orang dapat mentoleransi hadirnya orang asing pada bagian samping dan belakang dari pada bagian depan tubuh sehingga jarak yang ditimbulkan pada sisi depan tubuhnya dikarenakan pengelihatan seorang manusia menuju arah depan tubuh 18 sehingga jarak yang dihasilkan pada bagian depan tubuh lebih besar dibandingkan bagian tubuh lainnya.

 

b.     Faktor Yang Mempengaruhi Ruang Personal

Adapun beberapa faktor situasional tersebut antara lain Ketertarikan (Attraction), Kesamaan (Similarity), Jenis Interaksi. Ketertarikan diawali karena adanya daya Tarik seseorang serta adanya proses persepsi bagaimana seorang individu itu melihat orang lain. semakin tinggi daya Tarik seorang individu terhadap sebuah objek maka akan semakin kuat dan dekat. Untuk Kesamaan (Similarity) itu dapat dilihat dari ketika seorang iindividu itu mencari rasa nyamannya dengan individu lain untuk diajak berkomunikasi. Tentu hal ini akan menyebabkan perilaku setiap orang itu berbeda – beda. Contohnya dapat dilihat pada ruang kelas misalnya peletakan kursi pasti berbeda – beda serta akan disesuaikan dengan jarak antar individu. Kemudian untuk factor individual mencakup, budaya dan ras, jenis kelamin, usia, dan tipe kepribadian seorang individu.

 

c.      Peran Ruang Personal Terhadap Desain Arsitektur

Peran ruang personal terhadap suatu desain arsitektur dapat dibagi menjadi dua antara lain sebagai berikut, Ruang Sosiopetal (Sociopetal) kata sosiopetal merujuk pada suatu tatanan desain arsitektur yang mampu memfasilitasi komunikasi mereka. Tatanan sosiopetal yang paling umum dan sering kita temukan adalah meja rapat, tempat seluruh karyawan berkumpul mengelilingi meja rapat dan saling berhadapan satu dengan yang lain. Selain tata perabot dan furnitur, pembentukan ruang pun sangat berperan penting dalam mewujudkan keberhasilan untuk membentuk ruang sosiopetal. Selanjutnya Ruang Sosiofugal (Sosiofugal) Istilah sosiofugal merujuk pada suatu tatanan desain arsitektur yang mampu mengurangi interaksi sosial. Tatanan sosiofugal dapat kita temukan pada ruang tunggu. Misalnya pada ruang tunggu stasiun kereta atau bandara tempat para pengunjung duduk saling membelakang atau tidak berhadapan.

 

d.     Ruang Privasi

Ruang privasi merupakan kemampuan masing-masing individu atau sekelompok orang dalam mengendalikan komunikasi mereka dengan orang lain, privasi mempunyai keahlian untuk mengontrol terbuka atau tertutupnya garis komunikasi. Privasi juga diartikan sebagai usaha dalam peningkatan dalam memenuhi kebutuhan social setiap manusia. Menurut holand (1997), terdapat 6 jenis privasi yang sudah dibagi menjadi 2 golongan yakni, golongan pertama adalah keinginan seseorang yang tidak ingin diganggu, yang artinya sebuah privasi dapat diwujudkan melalui batas – batas dari elemen tertentu. Untuk golongan kedua adalah privasi terwujud kerana adanya keinginan serta tingkah laku individu dalam menjaga kerahasiaan dirinya sendiri. Dalam hal ini ruang privasi memiliki manfaat yang berguna sebagai alat pengontrol komunikasi antara individu dengan individu yang lain sehingga hal ini memudahkan seseorang dalam menentukan waktunya kapan ingin berkumpul dengan orang lain.

 

e.      Faktor Yang Mempengaruhi Ruang Privasi

Dalam ruang privasi terdapat 3 faktor antara lain Faktor Personal, Faktor Situasional, Faktor Budaya. Untuk factor personal biasanya akan terbentuk karena adanya perbedaan dalam latar belakang pribadinya dengan orang lain. untuk factor situasional itu biasanya terbentuk karena adanya kepuasan dari seorang individu terhadap kebutuhan akan privasi hal ini berkaitan erat dengan jumlah banyaknya lingkungan itu memberikan izin orang-orang yang ada didalamnya menyendiri. Kemudian factor budaya terbentuk  tidak ditemukannya perbedaan dalam banyaknya privasi yang butuhkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

Gambar 1. SD No. 10 Jimbaran

Sumber: penulis,2022

 

 

 

 

 

 

 

 

 


SD No. 10 Jimbaran merupakan satuan Pendidikan jenjang SD di Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. SD No. 10 Jimbaran dalam menjalankan kegiatannya berada di bawah lindungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. SD No. 10 Jimbaran ini berlokasi di jalan Bukit Hijau Simpangan, Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan belajar mengajar di SD No. 10 Jimbaran dilaksanakan sehari penuh dalam seminggu, dengan pembelajaran yang dilaksanakan selama 5 hari. SD No. 10 Jimbaran digunakan untuk melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar. Sekolah ini memiliki beberapa Ruang kelas yang dijadikan sarana untuk mengelompokkan siswa disana dengan tujuan untuk memudahkan pengajar mengenal para siswanya serta kegiatan interaksi antara siswanya dengan guru yang mengajar serta antar siswa dengan siswa yang lainnya.

 

           

 

 

 

Gambar 2. ruang kelas SDN 10 Jimbaran

Sumber: penulis,2022

Gambar 3. ruang kelas SDN 10 Jimbaran

Sumber: penulis,2022

Gambar 4. ruang kelas SDN 10 Jimbaran

Sumber: penulis,2022

 

 

 

 


Pada gambar diatas menunjukkan suasana ruang dari kelas SDN 10 Jimbaran. Dimana pada ruang ini terlihat peletakan setiap meja dan kursinya. hal ini diperuntukkan sebagai prasarana bagi siswa SDN 10 Jimbaran dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara langsung. Pada gambar 2 terlihat jarak antara posisi tempat duduk yang satu dengan yang lainnya serta kursi kursi dan meja yang berjejer dengan adanya sedikit jarak kurang lebih 1 meter. Diberikannya Jarak pada setiap kursi dan meja ini jika diadakan ujian. Kemudian pada gambar 3 terlihat lagi peletakan furniturnya berubah yang tadi nya meja dan kursi berjejer terpisah, sekarang dijadikan satu atau melingkar hal ini dilakukan jika siswa SDN 10 Jimbaran melaksanakan kegiatan berkelompok hal ini dapat dilihat di sebelah gambar 3 yakni di gambar 4. dimana pada gambar tersebut terlihat antar siswa sedang berdiskusi. Maka dapat diamati bahwa ruang kelas SDN 10 Jimbaran tergolong jenis ruang personal dengan jarak atau ruang sosial (1,2-3,6) dalam hal ini siswa termasuk aktif berkomunikasi dalam jarak social (1,2-3,6) namun bila mereka duduk dalam jarak yang lebih jauh dari 4-5 m maka siswa akan condong tidak aktif. Siswa yang duduk di tengah dan depan akan condong lebih aktif sedangkan siswa yang duduk di posisi belakang dan pojok kelas akan lebih condong tidak aktif.

 

Kesimpulan

Ruang privasi dan ruang personal adalah suatu hal yang saling berikatan dan berhubungan satu sama lain, hal ini dikarenakan ruang personal mempengaruhi privasi. Beberapa hal yang menjadi unsur terbentuknya ruang privasi dan ruang personal seperti jenis kelamin, kepribadian, trauma, ketertarikan, jarak sosial, serta dengan beberapa faktor seperti faktor personal, situasional maupun faktor sosial dan budaya. Kaitan antara ruang privasi dan ruang personal dalam arsitektur dapat di amati dalam pemaparan ruang privasi dan personal di ruang kelas SDN 10 Jimbaran. Pada dasarnya seorang perancang itu perlu juga memperhatikan factor dan unsur – unsur antar ruang ini agar dapat merancang serta menciptakan ruang yang natinya akan sesuai dengan kebutuhan dan tentu mendukung efisiensi dari aktivitas para civitas dengan baik. Sebaiknya lakukan re desain yang sesuai dengan aturan desain yang sesuai juga menerapkan ruang personal dan privasi yang baik serta dapat memfasilitasi para pengguna ruang kelas tersebut dengan menambahkan area privasi misalnya memberikan jarak antar meja dan kursi. Untuk area ruang personalnya misalnya mengatur penataan meja atau menambahkan meja bulat agar mudah melaksanakan aktivitas  berkelompok.         

 

Daftar Pustaka

Holland,J.(1997). Making Vocational Choices : A Theory Of Vocational Personalities And Work Environments (3Ed.). Odessa; F1: Psychological Assesment Resource

Sundstrom, E., Bell, P.A., Busby, P.L. & Asmus, C. (1996). Environmental Psychology 1989- 1994. Annual review of Psychology, 47, 485-512.

 

 



[1]    Prodi Arsitektur, FT - Unud  

Email: mawarbaiduri2016@email.com 

Komentar